Kegiatan Produksi Benih Sumber Padi BRMP Riau : Roguing, Antisipasi OPT Dan Pemeliharaan Intensif
Kegiatan produksi benih sumber padi spesifik lokasi terus dioptimalkan melalui pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), penambahan nutrisi, pengamatan pertumbuhan, serta penyiangan gulma pada berbagai varietas, di antaranya Rindang 1, Inpago 12, Inpari 42, Inpari 32 HDB, Inpari 50 Marem, Logawa, Cakrabuana, Inpari 34 Salin, dan Inpara 11 Siam Hizinc.
Pengendalian OPT dilakukan secara preventif menggunakan kombinasi insektisida, fungisida, pupuk daun, dan zat pengatur tumbuh sesuai kebutuhan tanaman pada lahan seluas 0,5–1 hektare. Selain itu, kegiatan roguing dilakukan pada varietas Rindang 1 Agritan dan varietas Inpago 12 Agritan, penyiangan gulma, dan pembersihan pematang juga dilaksanakan untuk menjaga kemurnian varietas dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Hasil pengamatan menunjukkan sebagian besar pertanaman berada dalam kondisi baik dan bebas serangan OPT. Varietas Inpara 11 Siam Hizinc telah memasuki fase keluar malai, sedangkan Cakrabuana berada pada fase pemasakan gabah dan diperkirakan siap panen pada minggu kedua Juli 2026. Melalui pemeliharaan yang dilakukan secara rutin dan intensif, diharapkan kualitas dan produktivitas benih sumber padi spesifik lokasi tetap terjaga sehingga mampu mendukung penyediaan benih unggul bagi petani di Provinsi Riau.