PM-AAS Dongkrak Produksi Padi hingga 3 Kali Lipat, Mentan Pastikan Swasembada Pangan Berkelanjutan
Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP memastikan swasembada pangan berkelanjutan semakin kokoh dengan penerapan model Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS). Model yang dikembangkan ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas padi hingga hampir tiga kali lipat, dari rata-rata sekitar 5–6 ton menjadi minimal 10 ton bahkan mencapai 12,4 ton per hektare. Hal ini disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Perluasan Pelaksanaan PM-AAS secara hybrid, Jumat (26/6/2026).
Mentan menyampaikan PM-AAS dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni optimalisasi fotosintesis tanaman melalui pengaturan jarak tanam yaitu menggunakan sistem tanam 4:1 dan sistem tanam 6:1, peningkatan populasi tanaman secara berkesinambungan (continuous planting), serta penerapan pertanian yang presisi (precision agriculture) agar penggunaan input produksi menjadi lebih efisien.
Sebelumnya, dalam Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kekagumannya terhadap teknologi PM-AAS serta area Gelar Teknologi. Menurutnya, kemajuan teknologi yang berkembang di sektor pertanian menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk mewujudkan cita-cita sebagai lumbung pangan dunia.