Sinergi Akademisi & BRMP Riau: Mahasiswa TPHP UNAND Eksplorasi Inovasi Pertanian & Hilirisasi Pangan
PEKANBARU – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau menerima kunjungan field trip dari sivitas akademika Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Andalas (UNAND) pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan Forum Komunikasi Publik ini digelar guna memperkuat sinergi antara instansi pemerintah dan akademisi dalam mendukung program strategis ketahanan pangan nasional.
Kepala BRMP Riau, Dr. Agus Wahyana Anggara, S.Si., M.Si., menyampaikan pentingnya pendampingan inovasi pertanian mulai dari penerapan Varietas Unggul Baru (VUB) hingga peningkatan kapasitas SDM. Menjawab tantangan alih fungsi lahan sawah di Riau, BRMP Riau mendorong integrasi penanaman padi gogo di sela perkebunan kelapa sawit produktif guna mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) Riau dari IP 100 menuju IP 300 demi terwujudnya swasembada beras.
Selain optimalisasi pascapanen beras yang dapat meningkatkan nilai jual gabah secara signifikan, Dr. Agus menekankan krusialnya hilirisasi komoditas kelapa sawit Riau seluas 3,7 juta hektare. Dari potensi tersebut, terdapat 86 produk turunan yang berpeluang dikembangkan. Hal ini menjadi ruang kontribusi strategis bagi mahasiswa Teknologi Pangan untuk menciptakan nilai tambah produk pertanian.
Kapoksi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian BRMP Riau, Sri Swastika, S.P., M.Si., memaparkan berbagai sarana pelayanan publik yang dapat diakses langsung maupun melalui aplikasi SILAYAR. Fasilitas yang dikelola meliputi Instalasi Pengujian dan Penerapan Mutu Produk (IP2MP), Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS), pustaka digital, hingga diseminasi informasi melalui program Infotek.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan peninjauan lapangan (site tour) ke Agromodern Park, mencakup percontohan padi apung, padi ember, hidroponik, miniatur Advanced Agricultural System (AAS), hingga kandang ayam KUB. Ketua Departemen TPHP UNAND, Prof. Dr. Ir. Novizal, M.Si., mengapresiasi kunjungan ini sebagai pijakan awal penjajakan kolaborasi riset dan penerapan teknologi pangan.